HADIRNYA HARAPAN
Tak pernah
terfikirkan untuk membukanya kembali
Saat dimana sepi
yang mesra bersamaku
Hadir pula
seseorang yang mengganggu kemesraan kami
Tak pernah ku
ingin ini terjadi, tapi sudahlah aku mulai terbiasa dengan kehadirannya
Di setiap malam
menuju pagi, selalu ada pembicaraan antara kami
Di setiap jeda
waktu yang membatasi kami, selalu ada rindu
Di setiap
pertemuan kami, ada jua tatapan yang penuh arti
Semuanya hampir
sempurna saat tiba dimana titik jenuh terlihat
Dan aku tak tau
pasti apa yang sebenarnya kita jalani
Sementara tubuh
yang kau gantung, menjelma dilema tak berujung
Dalam hati
dipenuhi dengan pertanyaan yang tak terjawab
Apa yang harus
dilakukan? Memilih menanti atau berhenti?
Jenuh dengan kata
jalani tapi tak bertepi
Dan sepi kembali
menertawakanku
Menertawakan apa
yang sebenarnya sudah sering kali terjadi
Berharap pada
seseorang yang tak berani membangun komitmen
DIRIGO

Komentar
Posting Komentar